Panduan Jual Beli Valas

Bila sedang mencari panduan jual beli valas pasti kita sudah termasuk orang yang mulai memikirkan arti sebuah investasi. Investasi mulai sering diperbincangkan saat ini. Ya, karena mindset orang sudah mulai bergeser dari yang tadinya menabung saat ini mulai berinvestasi. Memang tidak ada yang salah dengan menabung, hanya saja bila dilihat lebih mandala masih ada banyak kekurangan dari tabungan yang kita lakukan. Salah satu kekurangan yang bisa kita temukan dari menabung adalah turunnya nilai mata uang yang kita simpan waktu demi waktu.

Misal kita pada tahun ini menabung sejumlah 10 juta rupiah. Kita biarkan saja sampai 5 tahun kedepan, maka hal jelek yang terjadi pada tabungan kita antara lain adalah nilai dari 10 juta ini sendiri akan berkurang di pasaran. Bila saat ini dengan 10 juta kita bisa membeli 20Gr emas misalnya, 5 tahun lagi mungkin hanya bisa membeli 17Gr emas.

Kekurangan Lainnya

Kekurangan kedua yang kita temukan adalah adanya pemotongan dari tabungan utama kita. Ingat bahwa di bank ada biaya simpan yang kita kenal dengan biaya administrasi. Seiring waktu pemotongan itu akan tetap berlanjut dan besarannya sesuai dengan fasilitas yang kita miliki. Misal kita memiliki ATM, walaupun tidak pernah kita gunakan, tetapi biaya ATM tersebut akan tetap muncul secara tahunan. Jadi hasil akhir selama 5 tahun pun akan mengurangi kuantitas dari isi tabungan asli sendiri.

Dalam investasi valuta asing ada hal-hal mendasar yang perlu kita tahu agar kita sukses dalam melakukan investasi, kiat-kiat itu antara lain :

Pelajari Alur dan Sistemnya

Menurut ahli investasi dunia Dr. Alexander Elder dalam bukunya berjudul trading for a living. Berinvestasilah dengan cara yang benar, dengan cara yang benar maka keuntungan juga akan mengikuti kita. Untuk berinvestasi pada valas, pastinkan kita paham betul alur proses yang ada di dalamnya. Ibaratnya kita harus mengerti dari hulu sampai hilirnya. Mencari poin-poin yang mungkin belum kita mengerti dan memperkuat pemahaman pada poin tersebut sebelum akhirnya benar-benar terjun di dalamnya.

Dalam valas yang perlu dipelajari ada beberapa hal mendasar seperti :

  1. Kecenderungan perkuatan atau penurunan nilai valas terhadap rupiah
  2. Trending yang dimiliki terhadap mata uang kita selama beberapa tahun
  3. Animo serta perilaku masyarakat dan juga kejadian sosial dan politik

Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut kita akan bisa melakukan forecast dengan lebih baik terhadap valas yang nantinya kita investasikan.

Perhatikan Nilai Kurs Jual Beli Valas

Pada market seringkali kita melihat informasi seputaran kurs. Kita bisa ambil contoh kurs USD terhadap Rupiah. 1 USD bisa kita tukar dengan Rp. 15.000,- misalnya. Dalam kurs kita bisa mendapati harga jual dan harga beli. Bila kita membaca harga beli Rp. 15.000,- artinya adalah kita membeli 1 USD di money changer atau bank dengan nilai sebesar Rp. 15.000,-.

Sebaliknya dengan harga jual. Harga jual adalah harga yang dijual dari pihak money changer atau bank kepada kita.

Kurs akan selalu berubah nilainya mengikuti kondisi pasar. Dalam satu bulan pun bisa naik dan turun. Semua itu bisa bergantung pada banyak hal seperti kondisi ekonomi, pemerintahan, market, dan lain sebagainya. Perlu diperhatikan disini hanya pada penutupan kurs itu sendiri.

Selalu Bertransaksi Di Tempat Resmi

Ada banyak tempat yang bisa kita kunjungi untuk melakukan transaksi valas. Dari sekian banyak tempat tersebut ada yang legal dan pastinya ada juga yang abal-abal. Pahami betul mana tempat yang memilkik ijin resmi dan juga sudah terpercaya. Dengan memilih lokasi resmi dan juga terpercaya menjadikan kita tidak perlu khawatir lagi akan adanya penipuan, karena mereka juga mempertaruhkan nama baik mereka dalam setiap transaksi yang dilakukan.

Jenis penipuan yang terjadi pada lokasi penukaran valas beraneka macam. Salah satunya yang sering terjadi adalah ketidak samaan antara nilai kurs aktual dengan nilai kurs yang di transaksikan. Misal pada kurs asli 1 USD mewakili Rp 15.000,- maka pada valas abal-abal ini bisa dihargai Rp. 16.500,-. Untuk transaksi kecil mungkin tidak menjadi masalah, tapi kelipatan yang besar akan mengundang kerugian yang besar juga bagi kita.

Pahami Aturan Transaksi

Ada beberapa aturan yang perlu kita tahu dengan baik sebelum melakukan transaksi. Hal ini dimaksudkan agar transaksi yang kita lakukan bisa berjalan dengan lancar tanpa banyak kendala. Bank sangat protektif dengan transaksi, mereka akan melakukan transaksi dengan cara se perfect mungkin. Hindari memiliki Dollar dalam kondisi yang kurang layak, karena hal ini bisa menjadikan bank atau money changer me reject pertukaran yang kita lakukan. Kondisi yang biasanya di reject adalah sebagai berikut :

  1. Uang Kusam
  2. Uang Tertekuk
  3. Uang Sobek

Untuk lebih yakin dalam menyimpan uang kita, pastikan kita menyimpannya seperti kita menyimpan emas yang kita miliki. Bila kita memiliki emas pasti akan kita simpan hati-hati bukan. Kita berikan box khusus dan tidak kita taruh sembarangan seperti meletakkannya di atas meja. Sama denga valas yang kita miliki, perlakukan sama seperti kita menyimpan emas.

Harus Lebih Care

Mungkin bila kita memiliki valas dalam jumlah besar dan takut bila menyimpan di rumah. Takut bila terjadi tindak criminal mungkin. Kita bisa menggunakan sarana penyimpanan bank yang dinamakan Safe Deposit Box atau SDB. Dalam SDB kita bisa menyimpan valas kita dengan sangat aman. Kita memang akan di bebankan biaya simpan, tetapi jangan khawatir karena bila nilai yang kita simpan lebih besar, akan sangat bijak bila metode ini yang kita gunakan. Kecuali bila nilainya kecil maka akan rugi dengan biaya simpan yang harus kita keluarkan pada Safe Deposit Box.

Strategikan Untuk Jual Beli Valas

Dalam jual beli valas kita pasti sudah memiliki rencana jangka panjang yang siap kita eksekusi. Memang bila bicara valas pastilah arahnya ke investasi. Artinya adalah kita bisa menikmati hasil dari investasi dalam waktu tertentu, dan waktu itu tidak bisa kita dapatkan secara cepat. Dalam metode investasi kita akan bersahabat dengan waktu, sehingga waktu akan mempengaruhi nilai dari investasi yang kita miliki. Disini aka nada dua pertimbangan, apakah dalam waktu dekat kita tidak menggunakan dana yang kita miliki? Jika tidak segera lakukan investasi dana. Sebaliknya bila dalam waktu dekat dana yang kita miliki masih akan kita konsumsi atau kita putar untuk transaksi lain, sebaiknya jangan gunakan untuk investasi,

Minimal investasi normal adalah 1 tahun. Dalam satu tahun kita bisa melihat perubahan hasil yang ditimbulkan darin invetasi kita walaupun tidak besar. Untuk nominal yang bisa terlihat besar mungkin kita butuh waktu selama 5 tahun atau lebih.

Akhir kata perhatikan dengan baik asset yang kita miliki. Paham timing dan juga aturan akan sangat membantu dalam aktivitas jual beli valas dan investasi yang kita lakukan.