1 Jam Mahir Candlestick Single

Dalam forex banyak sekali metode yang bisa digunakan, termasuk salah satunya candlestick. Metode ini merefleksikan cara agar bisa melakukan forecasting dengan lebih teliti dan dengan keaurasian yang tinggi. Dengan akurasi yang tinggi bisa membuat tebakan kita pada wave selanjutanya lebih presisi. Sehingga kita bisa lebih percaya diri lagi untuk melakukan sell atau buy pada periode ini.

Yang dikhawatirkan memang tingkat akurasi dari seorang trader. Bahkan trader master pun perlu banyak belajar soal ini. Hal ini dikarenakan, salah sedikit dalam forecast bisa berakibat melayangnya modal yang kita miliki.

Dalam forex ada istilah candlestick, yaitu salah satu bentuk grafiks yang bisa membantu trader dalam melakukan pemetaan dan pembacaan harga pasar secara teknis. Menurut pola dari candlestick ini sendiri terdapat 42 jenis pola. Tetapi untuk lebih memudahkan dalam pembahasan, kita bisa secara simpel menyingkatnya menjadi 3 pola umum. Pola tersebut antara lain :

  1. Candlestick single
  2. Candlestick double
  3. Candlestick triple

Candlestick Single

Seperti namanya single maka pola ini berbentuk tidak berpasangan. Pola ini sangat mudah untuk di indentivikasi karena hanya memiliki satu ruas saja. Pada pola ini kita bisa melihat beberapa sub pola, antara lain :

Spinning Top

Pola ini memiliki sinyal bullish dan juga bearish. Semua ini bergantung pada harga pembukaan dan juga harga penutupan pada candle. Akurasi dari pola ini termasuk akurasi yang rendah sampai menengah.

Ciri khas yang dimiliki oleh pola ini adalah adanya dua buah bayangan memanjang pada bagian atas dan bawah dan dengan badan candle yang ramping. Hal ini dikarenakan tidak adanya kepastian dari buyer dan juga seller. Grafiks ini termasuk dalam grafiks netral. Tetapi bisa menjadi pertimbangan lain bila grafiks ini muncul setelah beberapa catatan khusus dari grafiks sebelumnya.

Contohnya adalah bila kemunculannya saat up trend, maka hal ini memiliki arti banyak sekali seller yang ada di market. Kebalikannya adalah saat down trend maka kita akan melihat banyak sekali buyer yang ada di market.

Marubozu

Pada grafiks ini sinyalnya bisa bullish dan bisa juga bearish, hal ini bergantung pada posisi penutupan dan juga pembukaan pada candle. Akurasi pada Marubozu ini termasuk sangat tinggi sekali.

Marubozu sebenarnya menggunakan Bahasa lain. Yang menurut arti harfiahnya adalah “si kepala botak”. Hal ini bisa dilihat dari jenis grafiks yang ditampilkan. Pada tampilan grafiksnya tidak memiliki bayangan sama sekali di bagian atas atau di bagian bawah. Sehingga bisa di artikan grafiks ini hanya memiliki kepala tanpa ada rambut. Grafiks ini menunjukkan pergerakan yang sangat kuat dari salah satu sisi. Bisa pada sisi seller, dan bisa juga pada sisi buyer. Keberlangsungan sinya ini cukup bisa membantu trader, karena bisa berlangsung beberapa waktu kedepan.

Pada mode bullish, harga penutupan selalu akan lebih tinggi dari harga pembukaan, dan masih sama seperti namanya. Grafiks ini masih tidak memiliki sumbu atau rambut. Bila pada mode bearish harga penutupan selalu lebih rendah dari harga pembukaan, dan tentunya masih dengan model yang sama yaitu tanpa rambut.

Doji

Sinyal yang ada pada doji mengisyaratkan adanya konsolidasi. Akurasi dari mode doji ini adalah tipe menengah (moderat) sampai tinggi.

Doji sangat mirip dengan pola spinning top, tetapi karakteristik yang dimiliki doji ini lebih kompleks. Pada doji kita bisa melihat pola yang sangat mudah untuk dibaca. Berbentuk seperti pola garis tanpa adanya body. Hal ini disebabkan oleh adanya persamaan pada harga pembukaan dan juga harga penutupannya. Mengapa terjadi seperti ini? Tidak lain karena seller dan juga buyer tidak ada yang memiliki porsi lebih besar dalam mengendalikan market.

Dalam doji masih ada empat sub tipe lagi yaitu : Long legged indecision, Dragonfly Bullish, Gravestone Bearish, dab Four Price. Masing-masing bentuknya bisa kita lihat pada gambar diatas. Seperti yang dijelaskan pada informasi sebelumnya bahwa doji adalah konsolidasi maka untuk menentukan final conform masih diperlukan candlestick setelahnya.

Hammer

Sinyal pada hammer ini tergolong bullish dengan akurasi menengah. Sesuai dengan namanya maka model hammer ini lebih mirip seperti palu. Pada bagian atas terlihat seperti kepala palu yang memiliki gagang palu berupa garis memanjang. Pada pola ini kondisinya adalah reversal bullish atau harga pembalikan dari yang tadinya menurun menjadi naik pada saat kondisi downtrend.

Hanging Man

Jangan salah menerjemahkan antara hammer dan juga hanging man. Karena bila kita hanya melihat sekilas bisa jadi kita terkecoh karena adanya persamaan bentuk. Sebenarnya tidak terlalu sama. Kita bisa melihat sedikit perbedaan pada kepalanya. Untuk hammer, kepala full di bagian atas, sedangkan pada hanging man cenderung lebih turun sedikit. Pada hanging man menyerupai juga seperti bentuk orang sedang bergelantungan.

Sinyal yang ada pada hanging man ini adalah bearish. Dengan akurasi yang dimiliki adalah akurasi rendah. Note nya adalah jangan terburu-buru untuk mengambil action saat melihat bar ini. Lebih baik melakukan konfirmasi dengan menunggu pada pola selanjutnya. Jika pola selanjutnya memang lebih rendah lagi maka baru kita bisa yakin bahwa kecenderungannya adalah reversal bearish.

Inverted Hammer

Pola ini sama dengan pola hammer, hanya saja memiliki bagian terbalik. Sinyal yang dikeluarkan pola ini adalah bullish. Akurasi yang ada pada model ini adalah akurasi rendah. Meski kita mengetahui bahwa ada penurunan harga tetapi buyer masih bisa melakukan close session dengan harga open. Namun perlu diingat karena akurasi yang rendah menjadikannya agak kontradiktif. Dari model grafiksnya disini kita bisa melihat posisi seller yang begitu menekan, tetapi kontradiksinya adalah adanya sinyal harga akan mulai melambung.

Shooting Star

Sinyal pada shooting star ini tergolong bearish, dengan akurasi yang dimiliki masih di jajaran moderat atau medium. Mirip dengan nama yang diberikan untuk graph ini. Modelnya mengindikasikan bentuk layaknya bintang yang sedang jatuh. Pada bagian kepala menghadap bawah disertai dengan adanya kaki bintang. Namun yang perlu diwaspadai adalah kesamaan bentuknya dengan inverted hammer. Sangat mirip sekali. Perbedaannya hanya pada fill di bagian kepala saja, namun bila kita tidak seksama bisa jadi terkecoh oleh bentuknya. Jenis ini mengindikasikan adanya pembalikan harga menjadi menurun.

Resume

Itulah detail grafiks yang bisa kita analisa pada pola candlestick single. Dengan mengetahui secara detail bagian demi bagian dari candlestick single ini akan memudahkan kita sebagai trader dalam mengambil keputusan. Kita juga bisa sambil menganalisa bila menemui salah satu dari grafiks ini. Selain itu lanjut memutuskan apakah bisa take action atau harus menuggu grafiks selanjutnya dikarenakan akurasi yang dimiliki masih belum mewakili.